Romario, Mega Bintang yang Tersungkur

330 views

Mega bintang Brasil, Romario harus menjalani hari tua dengan lilitan utang. Gaya hidup glamour nan mewah membuat legenda sepakbola dunia ini mengalami kebangkrutan. Dan kini Romario mencoba peruntungan di panggung politik. Bagi waga Brazil, Romario merupakan legenda hidup sepakbola. Romario berada setingkat di bawah Pele. Pria bernama lengkap Romario de Souza Faria ini berperan besar membawa Brazil menjadi pemenang dunia sepakbola pada tahun 1994 di AS. Romario terpaksa menjual tempat tinggal mewahnya di Rio de Janeiro guna membayar utang-utangnya. Romario juga dikenai denda 900 ribu dolar AS / sekitar Rp 8,9 miliar dikarenakan menghindari pajak. Apartemen mewah milik Romario yang ditaksir bernilai hampir 5 juta Dollar Amerika atau sekitar Rp 49,5 miliar, dilelang dengan harga 4,37 juta dolar AS / bernilai Rp 43,3 miliar.

Romario

Romario sempat ditahan semasa 22 jam oleh polisi di Barra de Tijuca sebab tidak membayar tunjangan terhadap istrinya, ibu 2 dari tujuh anaknya. Sesudah ditahan ia sepakat tuk membayar tunjangan 4,37 juta dolar AS / kurang lebih Rp43,3 miliar. Gara-gara kebangkrutan inilah, Romario walau sudah tua dan telah menyatakan pensiun dari dunia sepakbola, kembali turun ke area hijau dengan klub America de Rio de Janeiro, tim divisi 2 yang sebelumnya pernah dibela mendiang ayah Romario, Adevair. Semasa jayanya di lapangan bola, bintang kelahiran 29 Januari 1966 tersebut merupakan striker yang berbahaya. Romario dikenal sebagai pemain yang sungguh-sungguh jenius di kotak pinalti, cerdas membagi umpan, serta berkarisma.

Romario memulai karier sepakbolanya di klub Olaria AC, satu klub kecil di Rio de Janeiro. Dari sinilah Romario membangun pondasi kariernya sehingga menjadi mega bintang di klub-klub dunia selama 23 tahun karier profesionalnya. Namanya mulai dikenal ketika menjadi pencetak gol terbanyak pada olimpiade 1998 dengan catatan 7 gol, dan membawa Brazil meraih medali perak. Romario semakin ngetren ketika membawa Brazil meraih juara piala dunia 1994 di AS, kala tersebut ia mencetak 5 gol bagi timnas Brazil. Dikarenakan itulah FIFA memberinya World Player of The Years serta World Cup Golden Ball. Romario juga salah satu dari 125 pemain amat hebat dalam perayaan ultah FIFA ke-100. Inilah puncak karier Romario sebagai mega bintang sepakbola. Brazil meraih juara dunia ke-4 setelah pada tahun 2004 megandaskan Italia lewat adu pinalti. Pada perhelatan piala dunia tersebut, Romario diduetkan dengan Bebeto. Duet “maut” yang mampu membawa Brazil ke final sekaligus meraih juara.

Pada 20 Mei 2007 saat Romario memperkuat klub Vasco da Gama, ia mengklaim dirinya sudah mencetak 1000 gol setelah menjebol gawang Sport Recife. Namun berdasarkan catatan FIFA, Romario masih kurang 70 gol untuk mencapai angka itu. Pasalnya, gol yg dicetak Romario di luar karier profesionalnya dan tidak dihitung FIFA. Sepanjang karier profesionalnya, Romario telah berganti klub 17 kali dengan 10 klub yang berbeda, mulai dri Vasco da Gama, PSV, Barcelona, Flamengo, Miami FC, Fluminense, Al-Sadd, Adelaide United, Valencia, dan America RJH. Namun sebagian besar kariernya dihabiskan di Brasil. Pensiun dari dunia sepakbola, Romario coba terjun ke dunia politik. Pada Juni 2011 selanjutnya, Romario mengumumkan rencananya maju menjadi calon walikota Rio de Janeiro. Menariknya, yang jadi wakilnya adalah teman duetnya di lini depan Brazil saat menjuarai piala dunia 1994, yaitu Bebeto. Romario dan Bebeto telah memulai karier politik di tahun 2010. Pada tahun tersebut, Romario terpilih menjadi anggota konggres di anggota parlemen Brazil, sementara itu, Bebeto terpilih menjadi anggota kongres di Rio de Janeiro. Namun sayangnya, duet mega bintang yang sukses di piala dunia 1994 itu, gagal di pemilihan walikota. Sukses di lapangan hijau tak menjamin hasil yang berbanding lurus dengan duniapolitik.

Tags: #Legend

Leave a reply "Romario, Mega Bintang yang Tersungkur"